fbpx

Jadilah Yang Berbeda — Inspirasi Usaha

Edi adalah seorang tukang ketoprak yang berjualan di stasiun Gambir. Ia adalah tukang ketoprak pertama yang berjualan di stasiun tersebut. Jualannya sangat ramai. Orang berbondong-bondong datang untuk membeli ketoprak edi setiap harinya.

 

Waktu berlalu, mulailah muncul pedagang ketoprak lainnya didaerah tersebut. Dagangan Edi mulai sepi pengunjung, bahkan banyak tersisa di penghujung hari.

 

Istrinya mulai mengeluhkan biaya kebutuhan sehari hari yang tidak cukup dan uang sekolah anak anak yang terlambat dibayar.

 

Edi kemudian mulai berpikir, “Apakah ini salah si pedagang lain karena berjualan disini dan mengambil pelanggannya? atau ini salah para pelanggan karena tidak loyal padanya yang sudah melayani mereka selama bertahun tahun?”

 

Tapi pikiran Edi tidak picik. Ia menerima hal ini dan berusaha mencari jalan keluar. Edi pun memutuskan untuk berhenti berdagang ketoprak. Ia berusaha mencari pekerjaan lain.

 

Tak perlu lama menunggu, Edi diterima menjadi buruh bangunan di sebuah proyek konstruksi. Ia mendapat uang harian yang lumayan untuk menutupi kebutuhan keluarganya. Sayangnya, hal ini tidak bertahan lama. Belum juga sebulan bekerja, Edi mengalam kecelakaan. Kakinya tertimpa beban berat dan akhirnya ia tidak bisa berjalan normal.

 

Edi pun berhenti bekerja sebagai buruh bangunan. Ia kemudian beripikir lagi. Beberapa hari ia seperti orang yang bimbang. Edi bimbang apakah ia sebaikny kembali berjualan ketoprak atau tidak, karena keahliannya memang dalam membuat saus ketoprak yang berbeda dengan yang lainnya.

 

3 hari berlalu, Edi pun membuat sebuah keputusan. Ia pergi membeli buku resep, cat berwarna merah menyala dan hitam serta selembar tripleks.

 

Istrinya yang melihat di seperti itu sungguh merasa heran, apalagi mengingat tabungan mereka sudah menipis tetapi suaminya malah mmbeli barang barang yang tidak perlu.

 

Sepulangnya, di segera mengecat gerobaknya dengan warna merah menyala dan diberi beberapa corak berwaran hitam. Ia juga memberi beberapa gambar di gerobaknya. Disela sela istirahatnya Edi membaca buku resep tersebut.

 

Tak lupa Edi meminta istrinya untuk menyiapkan baju kaos berwarna merah menyala untuk dirinya.
Akhirnya hari itupun tiba, sambil memakai baju merah yang sudah disiapkan Edi berkata pada istrinya dipagi yang cerah itu, “Bu, aku akan berjualan ketoprak lagi mulai hari ini. Apakah kau mau ikut denganku?”
Istri Edi yang masih bingung dengan kelakuan suaminya menurut saja. Dipikirannya adalah suaminya sudah putus asa, bukankah sebelumnya suaminya berhenti berjualan karena sudah merugi. Istri Edi mulai berpikir untuk mencari pekerjaan untuk membantu suaminya. Tapi demi memberi dukungan ia berkata akan ikut hari itu.

Sesampainya di stasiun, Edi mulai mengeluarkan papan nama yang dibuatnya dari tripleks dan dicat merah menyala, “KETOPRAK MERCON, Pedasnya Memang Beda”

 

Edi mulai membuat saus ketoprak andalannya dan menambahkan beberapa bumbu baru di sausnya itu. Bahkan dimasaknya pula sedikit sehingga aromanya menyebar ke sekitarnya. Orang orang yang lewat mulai bertanya tanya dan penasaran tentang ketoprak mercon sehingga akhirnya mampir membeli dan mengakui kelezatannya.

 

Istrinya sungguh bangga pada Edi yang ternyata bukan putus asa melainkan mencari sesuatu yang berbeda. Edi menjelaskan pada istrinya bahwa masyarakat telah berubah ke arah trend yang mencari sesuatu yang super pedas dan bahwa ia membaca buku resep tesebut untuk menyempurnakan saus andalannya.

 

Edi sukses mengubah gerobak dan resepnya menjadi suatu yang berbeda dari yang lainnya.

 


*** Nah apakah kalian pernah mengalami hal seperti Edi?
*** Jangan pernah putus asa, carilah celah untuk menjadi berbeda.
*** Bingung dengan dagangan yang unik dan berbeda?

HUBUNGI KAMI DI :
PISANGKU KREZZ

+62 (21) 545-9782 atau +62 87888556165

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial
error: Content is protected !!
Chat dengan kami
Ingin informasi lebih lanjut?
Hallo, apa yang dapat kami bantu?
Powered by